Wednesday, July 23, 2014

Sepotong Roti

Siang itu benar benar terik, ditambah lagi ini adalah bulan ramadhan bulan dimana saatnya umat muslim melaksanakan ibadah puasa wajib yang hanya datang satu tahun sekali. Dahaga benar-benar menyergap Lasmi dan anaknya Umar yang baru berusia 7 tahun namun sudah melaksaanakan puasa sehari penuh, namun itu semua tidak menyurutkan semangat Lasmi untuk terus mengais rezeki ditepat pencintakan batu bata itu, maklum Lasmi merupakan Janda beranak 2 seorang anaknya lagi Yaqub berjualan koran seusai sekolah.

Meski hidupnya pas pasan, Lasmi tak segan untuk mengajarkaan anak anaknya agar bersedekah kepada orang membutuhkan dan menolong orang yang kesusahan. "Bersedekah tak perlu banyak, asalakan ikhlas dan dapat bermanfaat bagi orang lain. Menolong pun juga begitu tak perlu menolong ditengah keramaian agar diketahui orang, namun menolonglah tanpa peduli situasi asalkan kita mampu" begitulah pesan yang selalu diserukan Lasmi pada anak anaknya.


******


"Ayahh aku minta gadget terbaru itu, pokoknya beliin!" Pinta Rani pada Ayahnya sambil merengek saat Ayahnya baru pulang dari kantor. Maklumlah Rani meupakan anak tunggal dari orang tuanya Ranti dan Yusuf, Rani juga selalu eendapatkan apa yang iya inginkan bahkan barang-barang yang tidak semua orang dapat memilikinya.

"Tuh Yah, beliin dong anaknya. Ibu juga nih lama gak shopping" Ranti juga ikut merengek.

Yusuf hanya bisa menarik napas dan mengiyakan permintaan keduanya, maklumlah Yusuf sudah habis akal untuk menyadarkan anak dan istrinya agar tidak boros. Terakhir kali bahkan terjadi keributan dirumahnya saat Yusuf menolak permintaan mereka, bukan maksud pelit hanya saja sebenarnya Yusuf ingin mengajarkan mereka untuk lebih berhemat dan tidak mubazir karena itu dibenci Allah.


******


Petang itu, Lasmi dan kedua anaknya hendak pulwng menuju rumah karena sebentar lagi waktu berbuka akan tiba. Diperjalanan pulang, mereka menyambangi sebuah warung klontong, niatnya akan membeli beras dan lauk pauk namun apa mau dikata uang kerja kerasnya hari ini hanya mampu untuk membeli 2 potong roti dan 2 gelas air mineral.

Azan maghrib pun berkumandang ketika Lasmi dan anak-anaknya masih menyisiri jalan, dibukanya satu bungkus roti berukuran agak besar dan satu gelas air mineral untuk berbuka dia dan anak-anaknya. Sisa satu potong roti ingin ia simpan untuk sahun kedua anaknya, ia tak tega bila harus membiarkan kedua anaknya berpuasa tanpa sesuap makanan sahur.

Diujang jalan terlihat sebuah mobil berwarna hitam terparkir dengan tiga penumpang yang tampak kebingungan diluar mobil yang ternyata adalah Yusuf dan keluarganya, sepertinya mobil itu mogok. Dihampirinya mobil dan para penumpangnya itu oleh Lasmi dan kedua anaknya. Entah apa yang membuat Lasmi ingin memberikan sepotong roti dan segelas air mineral yang masih ia miliki pada orang yang sebelumnya belum pernah ia kenal, mungkin nalurinya sebagai seorang muslim yang sedang berpuasalah yang mendorongnya untuk berbagi karena diihatnya disekitar jalan itu sama sekali tak ada warung makanan apalagi supermarket.

"Yaqub, berikan roti dan air ini pada mereka" perintah Lasmi pada anak sulungnya.

"Tapi bu sahur nanti kita makan apa?" Tanya Yaqub pada ibunya, adiknya pun ikut menatap ibunya.

"Biarlah Allah yaang mengatur rezeki kita nak, mungkin nanti kita akan mendapatkan rezeki lagi untuk sahur yaang penting tolonglah dulu orang yang sedang membutuhkan" Lasmi memberi tatapan amat menyejukkan hati.

Yaqub pun menuruti perintah ibunya untuk memberikan roti kepada keluarga Yusuf itu. Tanpa berkata apa apa, Yaqub langsung memberikannya pada Yusuf dan hendak pergi.

"Hey nak" Yusuf memanggilnya.

"Berbukalah pak, kami hanya punya 2 potong roti yang kami bagi dengan bapak, semoga bapak tak keberatan memakannya karena ibu saya susah payah membelinya hari ini" balas yuqub diikuti senyum kecilnya.

Yusuf tampak tersenyum.


*****

"Yah kita pulang aja, Rani gak jadi minta apa - apa, Rani ngrasa malu liat anak tadi yang rela kasih rotinya buat kita. Sedangkan Rani? Cuma bisa minta tanpa liat kondisi apa pun"


No comments:

Post a Comment

Badminton Atlet

Loading...

Music

Loading...