Tuesday, February 12, 2013

Gideon Markus Fernaldi Keluar dari Pelatnas PBSI

Kabar mengejutkan datang dari pemain spesialis ganda putra Gideon Markus Fernaldi. Pemain asal klub bulutangkis tangkas ini menyatakan mundur dari Pelatnas lewat akun twitternya @markusfernaldiG.

Selidik punya selidik ternyata permasalahan ini timbul karena tidak dikirimnya Gideon/Agri ke turnamen All England. Berawal dari diskusi Gideon dengan pengurus klub yang menaunginya (Tangkas) sewaktu diadakannya Liga Bulutangkis Indonesia 2013 akhirnya mereka sepakat untuk mengirimkan surat kepada PBSI yang berisikan pertanyaan kenapa Gideon/Agri tidak dikirim ke All England, awalnya pihak klub Jaya Raya yang menaungi Agripinna Prima Rahmanto Putra juga akan mengirimkan surat pertanyaan secara bersamaan namun ternyata Jaya Raya tidak mengirimkan surat tersebut.

Berawal dari surat tersebutlah selisih paham pun terjadi. Gideon mengirimkan surat tersebut hanya untuk bertanya mengapa ia dan pasangannya tak dikirim ke All England padahal atlet lain yang peringkatnya lebih rendah dibanding mereka dikirim, mungkin Gideon merasa tidak diberi keadilan. Semenjak dikirimnya surat itu menurut berita yang dilansir dari twitter pribadi Gideon, pelatihnya jadi tidak suka padanya, latihan sering didiamkan, hanya disuruh berlatih dengan tembok dan main bulutangkis pun tak diperbolehkan. Pelatihnya pun beropini bahwa Gideon tidak berprospek dan maka dari itu tidak dikirim ke turnamen All England 2013. Mungkin hal tersebut yang membuat Gideon semakin geram dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari formasi Pelatnas. Hal itu pun disesalkan oleh Agri selaku pasangan MD Gideon karena ranking BWF mereka sudak lumayan 28 ( rilis 7 Februari 2013) dan jika mereka harus berpisah itu berarti memulai dari awal lagi.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
secara kasat mata saya melihat tidak adanya kecocokan dan saling pengertian antara pelatih dan atlet. Pelatih layaknya seorang dokter yang tidak boleh memberitahukan kepada pasiennya jika penyakit pasiennya tidak dapat disembuhkan, karena hal tersebut akan membuat sang pasien jatuh mentalnya dan tak termotivasi lagi hidupnya. Atau layaknya seorang guru yang tak boleh mengatakan muridnya bodoh didepan umum karena hal tersebut akan menjadi labeling pada diri murid dan bisa menjadi sugesti yang jelek sehingga berakibat fatal pada siswa. Begitulah peran pelatih, pelatih haruslah mengerti dan memahami atlet, bukan hanya kondisi fisik luarnya saja tapi kondisi dalam diri atlet pun sangat penting. Pelatih juga harus memiliki kemampuan pendekatan pada atlet sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang berbuntut perpecahan.

Kenapa pelatih harus bersikap seperti itu pada Gideon? Menurut saya Gideon sudah melakukan hal yang benar, sekali lagi dia hanya bertanya mengapa ia dan pasangannya tak dikirim bukan memaksa untuk dikirim. Lagipula Gideon bertanya secara administratif melalui surat tidak secara kasar. kenapa harus ditanggapi dengan bersikap seperti itu, dengan mengatakan bahwa Gideon tak berprospek, jika dirinya tak berprospek kenapa baru sekarang dikatakannya? kenapa tidak dari dulu sewaktu baru bergabung di pelatnas? tidak sewaktu dia junior?. Harusnya pelatih bisa memberikan pengertian dan menggunakan bahasa yang lebih halus, tidak langsung menjudge ia tak berprospek, karena hal itu tidak sewajarnya dikatakan oleh seorang pelatih yang bisa menjatuhkan mental atlet.

Dilihat dari peristiwa ini, harusnya pelatih tidak hanya memiliki kemampuan melatih fisik atau teknik bermain bulutangkis, tapi juga harus memiliki kemampuan psikologis, layaknya seorang guru tidak hanya berbekal ilmu saja  tapi juga berbekal kemampuan pendekatan dan kemampuan mengajar secara psikologis.

Disini atlet juga harus berusaha menahan emosi, dan bersikaplah cuek, cuek dalam artian yang bagus diterima yang jelek tidak usah diterima. Dan ingat kalian berada dipelatnas itu hanya memiliki satu tujuan yaitu berprestasi untuk Indonesia. Bertahanlah, siapa yang kuat dan paling bermotivasi dia yang akan juara.




Sayang sekali pasangan pemain MD yang sudah berpotensi Gideon/Agripina harus bercerai.
Semoga ini menjadi jalan terbaik buat Gideon dan Agri, somoga dapat menemukan pasangan yang cocok lagi. Dan buat Gideon jangan pernah menyesal keluar dari Pelatnas, buatlah menyesal orang yang telah melepaskanmu dari pelatnas dengan menunjukan prestasimu.

2 comments:

  1. dan Gideon sudah membuktikan dengan menjadi juara di Prancis Open bersama Markis Kido... Jayalah Indonesiaku.....

    ReplyDelete
  2. Gideon sudah membuktikan dia BISA, dengan juara prancis open,,,,

    ReplyDelete

Badminton Atlet

Loading...

Music

Loading...