Wednesday, April 11, 2012

BIODATA/PROFIL RUDY HARTONO KURNIAWAN




Rudy Hartono Kurniawan ( Chinese : Nio Hap Liang ) merupakan anak ke-3 dari 9 bersaudara yang lahir dari pasangan Zulkarnain kurniawan dan Endang Suryaningsih, Rudy memiliki dua orang kakak yang bernama Freddy Harsono dan Diana Veronica, serta memiliki 6 orang adik. Orang tua Rudy tinggal di Jalan Kaliasin 49 (sekarang Jalan Basuki Rahmat), SurabayaJawa Timur dan bekerja sebagai penjahit pakaian pria. Selain itu orang tua Rudy juga mempunyai usaha pemrosesan susu sapi di WonokromoJawa Timur.
Seperti anak-anak seumuran lainnya, Rudy kecil juga tertarik dengan berbagai macam olahraga sejak SD, terutama atletik dan renang. Pada masa SMP dia juga berkecimpung di olahraga bola voli dan pada masa SMA dia juga adalah pemain sepakbola yang handal. Tapi dari semua olahraga yang dia ikuti, keinginan terbesarnya akhirnya hanya jatuh pada permainan bulutangkis. Pada usia 9 tahun, Rudy kecil sudah menunjukkan bakatnya di bulutangkis. Tetapi ayahnya baru menyadarinya ketika Rudi sudah berumur 11 tahun. Sebelum itu Rudy hanya berlatih di jalan raya aspal di depan kantor PLN di Surabaya, yang sebelumnya dikenal dengan Jalan Gemblongan , ditulis oleh Rudy Hartono dalam bukunya “Rajawali Dengan Jurus Padi “(1986). Rudy berlatih hanya pada hari Minggu, dari pagi hari hingga pukul 10 malam. Setelah merasa cukup, Rudy memutuskan utuk mengikuti kompetisi-kompetisi kecil yang ada di sekitar Surabaya yang pada masa itu biasanya hanya diterangi oleh sinar lampu petromax.
Setelah ayahnya menyadari bakat anaknya, maka Rudy kecil mulai dilatih secara sistematik pada Asosiasi Bulutangkis Oke dengan pola latihan yang telah ditentukan oleh ayahnya. Sekedar informasi, ayah Rudy juga pernah menjadi pemain bulutangkis di masa mudanya. Zulkarnain pernah bermain di kompetisi kelas utama di Surabaya. Zulkarnain pertama kalinya bermain untuk Asosiasi Bulutangkis Oke yang dia dirikan sendiri pada tahun 1951. Di asosiasi ini ayah Rudy juga melatih para pemain muda. Program kepelatihannya ditekankan pada empat hal utama yaitu: kecepatan, pengaturan nafas yang baik, konsistensi permainan dan sifat agresif dalam menjemput target. Tidak mengherankan banyak program kepelatihannya lebih menekankan pada sisi atletik, seperti lari jarak panjang dan pendek dan juga latihan melompat (high jump).

Ketika Rudy mulai berlatih di Asosiasi yang dimiliki ayah pada saat itulah Rudy merasakan latihan profesional yang sesungguhnya. Pada saat itu asosiasi tempat ayah Rudy melatih hanya mempunyai ruangan latihan di gudang gerbong kereta api di PJKA Karangmenjangan. Dengan kondisi seperti itu Rudy tetap berlatih dengan bersemangat bahkan dia merasa bahwa tempat latihan ayahnya jauh lebih baik dari tempat latihan sebelumnya karena ruangan gedung telah memakai cahaya lampu listrik sehingga dia bisa tetap berlatih dengan maksimal sampai malam hari. Selain itu lapangan yang disediakan juga lebih baik dibanding sebelumnya dan juga ada kantin yang berada di samping gedung latihan.
Setelah ayahnya menyadari bakat anaknya, maka Rudy kecil mulai dilatih secara sistematik pada Asosiasi Bulutangkis Oke dengan pola latihan yang telah ditentukan oleh ayahnya. Sekedar informasi, ayah Rudy juga pernah menjadi pemain bulutangkis di masa mudanya. Zulkarnain pernah bermain di kompetisi kelas utama di Surabaya. Zulkarnain pertama kalinya bermain untuk Asosiasi Bulutangkis Oke yang dia dirikan sendiri pada tahun 1951. Di asosiasi ini ayah Rudy juga melatih para pemain muda. Program kepelatihannya ditekankan pada empat hal utama yaitu: kecepatan, pengaturan nafas yang baik, konsistensi permainan dan sifat agresif dalam menjemput target. Tidak mengherankan banyak program kepelatihannya lebih menekankan pada sisi atletik, seperti lari jarak panjang dan pendek dan juga latihan melompat (high jump).
Ketika Rudy mulai berlatih di Asosiasi yang dimiliki ayah pada saat itulah Rudy merasakan latihan profesional yang sesungguhnya. Pada saat itu asosiasi tempat ayah Rudy melatih hanya mempunyai ruangan latihan di gudang gerbong kereta api di PJKA Karangmenjangan. Dengan kondisi seperti itu Rudy tetap berlatih dengan bersemangat bahkan dia merasa bahwa tempat latihan ayahnya jauh lebih baik dari tempat latihan sebelumnya karena ruangan gedung telah memakai cahaya lampu listrik sehingga dia bisa tetap berlatih dengan maksimal sampai malam hari. Selain itu lapangan yang disediakan juga lebih baik dibanding sebelumnya dan juga ada kantin yang berada di samping gedung latihan.
Ketika Rudy mulai berlatih di Asosiasi yang dimiliki ayah pada saat itulah Rudy merasakan latihan profesional yang sesungguhnya. Pada saat itu asosiasi tempat ayah Rudy melatih hanya mempunyai ruangan latihan di gudang gerbong kereta api di PJKA Karangmenjangan. Dengan kondisi seperti itu Rudy tetap berlatih dengan bersemangat bahkan dia merasa bahwa tempat latihan ayahnya jauh lebih baik dari tempat latihan sebelumnya karena ruangan gedung telah memakai cahaya lampu listrik sehingga dia bisa tetap berlatih dengan maksimal sampai malam hari. Selain itu lapangan yang disediakan juga lebih baik dibanding sebelumnya dan juga ada kantin yang berada di samping gedung latihan.
Setelah beberapa lama bergabung dengan grup ayahnya, akhirnya Rudy memutuskan untuk pindah ke grup bulutangkis yang lebih besar yaitu Rajawali Group yang telah banyak menghasilkan pemain bulutangkis dunia. Pada awal bergabung dengan grup ini, Rudy merasa sudah menemukan tempat terbaik dalam mengembangkan kemampuannya dalam bulutangkis. Namun, setelah mendapat masukan dari ayahnya, ia mengakui bahwa jika ingin kemampuan dan kariernya di bulutangkis meningkat maka ia harus pindah ke tempat latihan yang lebih baik. Oleh karena itu, Rudy lantas bergabung dengan Pusat Pelatihan Nasional untuk Thomas Cup di akhir 1965.

Rudi Hartono adalah mantan pembulutangkis nasional legendaris Indonesia yang sering sekali mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional di era nya. Rudy Hartono mulai serius menjalani latihan bulutangkis sejak usia 11 tahun, dan pada tahun 1967 ketika Rudy berumur 17 tahun ia sudah memperkuat tim Thomas Cup Indonesia itulah awal keikutsertaannya di ajang Internasional. Dia juga disebut sebagai Maestro bulutangkis, sampai saat ini belum ada satu pun atlet bulutangkis dunia yang mengalahkan rekor prestasinya dengan delapan kali menjuarai kompetisi bulutangkis tertua di dunia yaitu All England, tujuh diantaranya dimenangkan secara berturut – turut pada tahun 1968 – 1974 , kemudian berselang satu tahun yaitu pada tahun 1976 Rudy kembali Menjuarai kompetisi All England itu. Bukan hanya itu saja, masih banyak prestasi yang pernah ia dapatkan. Pada tanggal 28 Agustus 1976 tepat setelah iya memperoleh gelar juaranya yang ke 8 dalam kompetisi All Enggland Rudy Hartono menikahi Jane Anwar dan dikaruniai dua orang anak yaitu Christoper Hartono dan Christine Hartini K. Rudy menggantungkan raketnya sekaligus menutup masa keatletannya pada tahun 1982, bahkan pada tahun 1988 ia sudah tidak bisa lagi bermain bulutangkis walaupun hanya latihan ringan saja karena operasi jantung yang telah ia jalani di Australia.

Zulkarnain Kurniawan yang tidak lain adalah ayah Rudy Hartono juga merupakan pemain butangkis walaupun hanya pada tingkat daerah. Pada tahun 1951 Zulkarnain mendirikan Asosiasi Bulu Tangkis Oke, program pelatihan yang diberikan di Asosiasi tersebut ditekankan pada empat hal utama  yaitu  kecepatanpengaturan napas yang baikkonsistensi permainan dan sifat agresif dalam menjemput target. Rudy juga sempat mencicipi latihan di Asosiasi bulutangkis milik Ayahnya itu walaupun hanya sebentar dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke Klub Rajawali yang dinilainya sebagai klub besar yang banyak menghasilkan atlet bulutangkis dunia. kebanyakan saudara kandung Rudy merupakan atlet bulutangkis meskipun kebanyakan hanya pada tingkat daerah saja. Salah satu adik Rudy yang bernama Utami Dewi juga merupakan atlet bulutangkis nasional yang cukup berprestasi.

Rudy Hartono mengenyam pendidikan SD, SMP, dan SMA nya di Surabaya, Jawa Timur. Meskipun ia adalah seorang atlet yang terkenal, berbakat dan memiliki kegiatan pertandingan bulutangkis yang cukup padat ditambah lagi dengan kegiatan yang lain, akan tetapi Rudy Hartono tidak pernah mengesampingkan pendidikannya karena ia sadar bahwa ia tidak akan Berjaya selamanya di ajang bulutangkis dan ia tidak bisa menggantungkan kehidupannya selamanya pada bulutangkis. Juara Dunia tahun 1980 ini menamatkan pendidikannya sebagai Sarjana Muda Fakultas Ekonomi di Universitas Trisakti Jakarta.


Setelah bergabung dengan Pusat Pelatihan Nasional untuk Thomas Cup, kemampuannya meningkat pesat. Ia menjadi bagian dari tim Thomas Cup yang menang pada 1967. Setahun kemudian, di usia 18 tahun ia meraih juara yang pertama di Kejuaraan All England mengalahkan pemain Malaysia Tan Aik Huang dengan skor 15-12 dan 15-9. Ia kemudian menjadi juara di tahun-tahun berikutnya hingga 1974.

Namun, nampaknya kedigdayaannya tidak berlangsung lama. Pada 1975, ia kalah dari Svend Pri. Tetapi, gelar juara All England ia rebut kembali pada 1976. Bersama tim Indonesia, Rudy menjuarai Thomas Cup pada 1970, 1973 dan 1976. Setelah absen selama dua tahun, Rudy tampil kembali pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis II di Jakarta, 1980. Semula dimaksudkan sebagai pendamping, ternyata secara mengagumkan Rudy keluar sebagai juara. Berhadapan dengan Liem Swie King di final, pada usia 31 tahun Rudy membuktikan dirinya sebagai maestro yang tangguh.

Stuart Wyatt, presiden dari Asosiasi Bulutangkis Belanda berkata, “Tidak diragukan lagi, Rudy Hartono adalah pemain tunggal terbesar di jamannya. Ia handal dalam segala aspek permainan, kemampuannya, taktiknya, dan semangatnya.” Juara tujuh kali berturut-turut dan yang ke delapan (1968-1976) menjadi bukti akan hal itu.

Rekornya ini merupakah hasil dari kemampuannya yang luar biasa di bidang kecepatan dan kekuatan dalam bermain. Gerakannya nyaris menguasai seluruh area lantai permainan. Ia tahu kapan harus bermain reli atau bermain cepat. Sekali ia melancarkan serangan, lawannya nyaris tidak berkutik. Namanya sudah menjadi jaminan untuk menjadi pemenang, sebab ia hampir tidak pernah kalah. Meski ia sudah mengundurkan diri, banyak orang masih percaya bahwa ia masih bisa menjadi pemenang. Mungkin inilah alasan mengapa orang menjulukinya ‘Wonderboy’

Rudy Hartono merupakan atlet bulutangkis Indonesia yang sangat legendaris, sampai pada saat ini tahun 2012 belum ada atlet bulutangkis dunia yang bisa menandingi prestasinya, dengan rekor 8 kali menjuarai All England.

Berikut ini adalah daftar prestasi Rudy Hartono:
·         Juara tunggal putra All England 8 kali (1968, 1969, 1970, 1971, 1972, 1973, 1974, dan 1976)
·         Runner Up All England disektor ganda putra perpasangan dengan Indra Gunawan (1971)
·         Runner-Up All England 2 kali (1975, 1978)
·         Juara bersama Tim Indonesia dalam Thomas Cup 4 kali (1970, 1973, 1976 dan 1979)
·         Runner Up bersama Tim Indonesia dalam Thomas Cup 2 kali (1967, 1982)
·         Juara Dunia World Championship, 1980
·         Juara Denmark Open 3 kali (1971, 1972, 1974)
·         Juara Canadian Open 2 kali (1969, 1971)
·         Juara US Open, 1969
·         Juara Japan Open, 1981
·         Juara cabang olahraga percobaan pada Olimpiade 1972 di Munich.

Selain prestasi yang telah disebutkan diatas, atas prestasinya dibidang olah raga bulutangkis Rudy pun memperoleh banyak penghargaan dari dalam maupun luar negeri.

Berikut ini daftar penghargaan yang diperoleh Rudy Hartono:
·         Asian Heroes, TIME Magazine, 2006
·         Tercatat dalam Guiness Book of World Records pada tahun 1982
·         Olahragawan terbaik SIWO/PWI (1969 dan 1974)
·         IBF Distinguished Service Award 1985
·         IBF Herbert Scheele Trophy 1986  ( penerima pertama )
·         Honorary Diploma 1987 dari the International Committee’s “Fair Play” Award
·         Tanda Kehormatan Republik Indonesia Bintang Jasa Utama

Selain itu, berkat kepiawaiannya dalam bermain bulutangkis hingga 8 kali menjuarai kompetisi All England membuat namanya tercatat didalam Guiness Book of World Records ( buku cacatan rekor dunia yang diterbitkan oleh perusahaan Guiness) sampai saat ini di tahun 2012 belum ada yang menyaingi rekornya tersebut. Rudy merupakan orang Indonesia pertama yang namanya masuk kedalam Guiness Book of World Records. Bukan hanya itu, Rudy Hartono juga menerima penghargaan dari media yang sangat bergengsi di dunia internasional yaitu majalah Time pada tahun 2006 dalam katagori “Asian Heroes” kategori “Athletes & Explorers” versi Majalah Time, Rudy merupakan orang kedua di Asia yang memperoleh penghargaan setelah sebelumnya Muhammad Hatta terlebih dulu mendapatkan penghargaan itu pada tahun 1987.

Pada tahun 1971 Rudy Hartono pernah mencoba dunia akting, dengan bermain di layar lebar bersama Popy Dharsono dalam film yang berjudul “Matinya Seorang Bidadari”.  Kemudian di tahun 1986 Rudy menerbitkan bukunya yang berjudul “Rajawali Dengan Jurus Padi “ dalam bukunya tersebut Rudy menuliskan kisah perjalanan Hidupnya.

Rudy Hartono adalah salah satu orang yang sangat berkontribusi besar dalam mengharumkan nama Indonesia di mata dunia Internasional lewat permainan bulutangkisnya. Puluhan gelar telah ia dapatkan, bahkan bulum ada atlet yang mampu menandinginya. Berbagai penghargaan dari Internasional juga pernah ia dapatkan. Rudy Hartono juga sukses mencetak pemain – pemain muda berbakat lainnya, sebut saja Alan Budi Kusuma yang sukses maraih gelar juara di Olimpiade Barcelona tahun 1992.

Meski pun Rudy Hartono adalah seorang pembulutangkis yang hebat, ia tatap rendah hati dan tidak pernah bersikap sombong. Dalam buku biografinya yang diedit oleh Alois A. Nugroho, Rudy memaparkan rahasia suksesnya dalam bertanding yang tidak lain adalah “Berdoa”, menurut Rudy  “doa adalah kunci Suksesnya”. Dengan berdoa, Rudy memperkuat pikiran dan iman. Berdoa tidak hanya sebelum bertanding, tetapi juga selama bertanding. Itu melibatkan kata-kata atau ekspresi yang akan membangkitkan percaya diri dalam hati dan pikiran. Untuk setiap poin yang ia peroleh selama bertanding, ia ucapkan terima kasih kepada Tuhan, “Terima kasih Tuhan untuk poin ini.” Dia terus berkata seperti itu hingga skor terakhir dan pertandingan berakhir. Ia percaya bahwa manusia berusaha namun Tuhan yang memutuskan.“Saya melakukan itu dalam semua pertandingan besar khususnya All England. Bagi saya ini adalah kenyataan. Kita berusaha tetapi Tuhan yang memutuskan. Saya juga percaya bahwa kalau kita kalah memang sudah ditentukan demikian, dan kalau kita menang, itu juga adalah kehendak Tuhan. Kalah adalah hal yang alami, karena sebagai manusia kita semua pernah mengalami kekalahan. Pemahaman ini akan melepaskan stress selama bertanding, mengurangi ketakutan, dan kegusaran.
Selain itu,  Rudy juga merupaka pribadi yang mandiri serta tidak manja,dan pantang menyerah ia selalu berusaha sekuat tenaga untuk memperoleh cita cita. Ia selalu menanamkan prinsip “Keberhasilan dapat diraih dengan kerja keras” dalam didirinya. Irfan Murtie seorang perancang komik juga mengangkat kehidupan Rudy Hartono dalam rancangan komiknya, komik ini  dirancang untuk memberi motivasi, keberanian, dan sikap tidak mudah menyerah kepada remaja, serta memberikan hiburan yang bermanfaat.
Setelah menggantungkan raketnya, Rudy tetap terlibat dalam olahraga yang ia tekuni semenjak kecil ini, walau hanya dari pinggir lapangan. Juara Dunia tahun 1980 ini menjadi Ketua Bidang Pembinaan PB PBSI dalam kurun waktu 1981-1985 di bawah kepengurusan Ferry Sonneville.
Sejak itu, ia memusatkan perhatian pada pembinaan pemain-pemain yang lebih muda, yang diharapkan dapat menggantikannya. Dari klub yang dipimpinnya, misalnya, lahir Eddy Kurniawan yang kendati belum berprestasi secara stabil, tapi sudah mampu membunuh raksasa bulu tangkis Cina seperti Zao Jianghua atau Yang Yang. Pemain-pemain belasan tahun seperti Hargiono, Hermawan Susanto. atau Alan Budi Kusuma, juga banyak menerima sentuhan Rudy, untuk bisa tampil dalam kancah pertarungan dunia kelak.
Selain itu, dengan materi yang dimilikinya, ditunjang oleh hubungan yang luas dengan banyak pengusaha, dan hasil kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta, Rudy mengembangkan bisnis. Peternakan sapi perah di daerah Sukabumi adalah awal mulanya ia bergerak dalam bisnis susu. Seraya membina club Jaya Raya di Jakarta selatan Rudi menjalankan usaha penggilingan batu, pabrik shuttlecock, bisnis alat olahraga dengan mengageni merk Mikasa, Ascot, juga Yonex. Kemudian melalui Havilah Citra Footwear yang didirikan pada 1996, ia mengimpor berbagai macam pakaian olahraga, dan kini ia malah menjadi Presiden Komisaris PT. Topindo Atlas Asia, importer oli Top One. Meskipun demikian Rudy tetap bersahaja dan ramah pada semua orang.
Berkat nama besarnya di dunia bulutangkis, United Nations Development Programme (UNDP) menunjuk Rudy sebagai duta bangsa untuk Indonesia. UNDP adalah organisasi PBB yang berperang melawan kemiskinan dan berjuang meningkatkan standar hidup, dan mendukung para perempuan. Di mata UNDP, Rudy menjadi sosok terbaik sebagai duta kemanusiaan. Kiprahnya di dunia olahraga dan kerja kerasnya menjadi juara dunia menjadi teladan bagi generasi yang lebih muda. “Ia menjadi teladan,” kata Ravi Rajan, Resident Representative of UNDP in Indonesia (Gatra 8 November 1997).

Kini, Rudy tidak lagi mengayunkan raketnya di udara. Faktor usia dan kesehatan membuat ia tidak bisa melakukannya. Sebab sejak ia menjalani operasi jantung di Australia pada 1988, ia hanya bisa berolahraga dengan berjalan kaki di seputar kediamannya. Walaupun demikian, dedikasinya pada bulutangkis tidak pernah mati.

No comments:

Post a Comment

Badminton Atlet

Loading...

Music

Loading...