Monday, April 23, 2012

BIODATA/PROFIL MELATI DAEVA OKTAVIANI

Kali ini Celengan-Info akan membahas tentang profil seorang Atlet Muda bernama Melati Daeva Oktaviani, Dia adalah Atlet Bulutangkis Muda Indonesia yang berasal dari Club PB DJARUM. Para Badminton Lovers tentu tidak asing lagi mendengar nama Melati Daeva Oktaviani, karena diusiannya yang masih muda 18 Tahun (2012) ia sudah sangat berprestasi, terbukti dengan Hattrick nya dalam satu bulan ini pada kejuaraan di tanah Eropa.
















Nama                      :  Melati daeva Oktaviani
Temapat lahir           :  Serang, Banten
Tangga Lahir            :  26 Oktober 1994
Masuk PB Djarum  :  tahun 2008
Katagori Tanding    :  Ganda Putri (WD) , Ganda Campuran (XD)
Bermain Tangan     :   Kanan
Tinggi Badan          :  168 cm
Hobi                         :   Membaca
Makanan Favorit    :   Cumi Goreng Tepung
Film Favorit             :   Harry Potter
penyanyi Favorit     :   Yovie and The Nuno
Atlet Favorit             :   Cai Yun / Fu Haifeng ( MD China)
Harapan di bulutangkis        :  Ingin menjadi juara Dunia
Cita-cita jika bukan Atlet      :  Menjadi Wanita Karier
Tentang Melati Daeva O.      :  Disiplin, Berdoa, dan Bertanggung Jawab

Melati Daeva Oktaviani sedang naik daun. Hattrick yang dilakukannya di tur Eropa bulan ini tidak hanya mengharumkan nama bangsa di luar sana, tetapi juga meningkatkan pamornya. Datang dari kota Serang, Banten, permainan Melati pun penuh dengan serangan.

Hattrick yang dilakukannya terjadi di Tanah Eropa. Setelah menjuarai partai ganda campuran Dutch Junior 2012 di Belanda, ia kemudian menjuarai partai ganda putri German Junior 2012 sepekan setelahnya. Gadis ceria penuh senyum yang berlatih 12 sesi dalam seminggu ini mengatakan bahwa ia tak menyangka bisa menang di German Junior 2012.
Tak berhenti sampai disitu, Melati kemudian melanjutkan tradisi juaranya ke tanah Romania dimana ia naik ke podium juara turnamen Banuinvest International 2012 untuk kategori ganda campuran.

Memulai karier sebagai atlet bulutangkis bermula dari Hobi, Melati memiliki skill bermain bulutangkis yang tidak bisa diremehkan, kegigihannya menyambut bola dengan cepat, sehingga seringkali lawan kurang siap menerima pengembaliannya. Pengarahan bolanya pun seringkali tak disangka oleh lawan, dan sering kali  berada di luar jangkauan lawan. Ia bergerak cepat menyerang lawan, terutama saat ia berada di area lapangan depan. Tak heran jika Melati pun berangkat ke Eropa dan menuai hattrick, bahkan salah satunya adalah juara di turnamen internasional kelas dewasa.

Bergabung dengan PB Djarum pada tahun 2008, Melati sejak itu terus memperlihatkan sinarnya. Dimulai dari kumpulan semifinalis pada tahun 2009, Melati kemudian langsung merebut gelar juara di Sirnas Jakarta dan Medan setahun setelahnya.

Tiga tahun setelah bergabung dengan PB Djarum, yakni pada tahun 2011, gelar juara seakan sudah menjadi targetnya di setiap pertandingan yang ia ikuti. Hasilnya, tahun lalu ia menjuarai Sirnas Palangkaraya, Bengkulu, dan Bandung. Dari kelas nasional, ia pun dikirimkan ke dunia internasional tahun ini (2012). Hasilnya, ia langsung melakukan hattrick dengan mengumpulkan tiga gelar juara di turnamen internasional.


Daftar Gelar Juara yang sudah pernah diraih Melati ( Update 23 April 2012)

  1. Juara Penggadaian Walikota Surabaya Cup 2012 (Ganda Putri bersama Rosyta Eka)
  2. Juara Banuinvest International Series 2012 (Ganda Campuran bersama Edy Subaktiar )
  3. Juara German Junior 2012  ( Ganda Putri bersama  Rosyta Eka Putri Sari )
  4. Juara Dutch Junior 2012 ( Ganda Campuran bersama Edy Subktiar )
  5. Semi Finalis  Banuinvest International Series 2012 ( Ganda Putri bersama  Rosyta Eka P)
  6. Semi finalis BNI ASTEC Open 2011 (Ganda Putri bersama Ririn Amelia)
  7. Renner Up Kejurnas Pekanbaru 2011 ( Ganda Putri bersama Riri Amelia)
  8. Semi Finalis Badminton Asia Yuoth under 19 Championnships 2011 (Beregu campuran)
  9. Juara 1 Sirnas Bandung 2011 (Ganda campuran bersama Edy Subaktiar)
  10. Juara 1 Sirnas Bandung 2011 ( Ganda Putri bersama Ririn Amelia )
  11. Runner-up Djarum Sirnas Jakarta 2011 (Ganda Putri bersama Ririn Amelia )
  12.  Semifinalis Piala Walikota Surabaya 2011 (Ganda Campuran bersama Edy Subaktiar)
  13.  Perempat finalis Piala Walikota Surabaya 2011 (Ganda Putri bersama Riri Amelia)
  14.  Juara I Sirnas Bengkulu 2011 (Ganda Putri bersama Ririn Amelia)
  15.  Juara I Sirnas Palangkaraya 2011
  16. Juara II Astec Open 2010 (Ganda Campuran bersama edy Subaktiar)
  17. Perempat Final Astec Open 2010 (Ganda Putri bersama rIrin Amelia )
  18. Juara I Sirkuit Nasional Medan 2010 (Ganda Putri bersama rIrin Amelia )
  19. Juara II Kejurprov Jateng 2010 ( Ganda Putri bersama rIrin Amelia )
  20. Semifinalis Sirkuit Nasional Surabaya 2010 (Ganda Putri bersama rIrin Amelia )
  21. Perempat final Sirnas Bali 2010 (Ganda Campuran bersama Edy Subaktiar )
  22. Perempat Final Singapore International Series 2010 (Ganda Campuran bersama Edy Subaktiar )
  23. Semifinal Sirkuit Nasional Tegal 2010 (Ganda Campuran & Ganda Putri bersama Ririn Amelia )
  24. Perempat final Tangkas Alfamart Junior Challenge Open 2010 (Ganda Putri bersama Ririn Amelia)
  25. Perempatfinalis Sirkuit Nasional Jawa Barat 2010 (Ganda Putri bersama Ririn Amelia) 
  26. Juara I Sirkuit Nasional Jakarta 2010 
  27. Juara II Walikota Surabaya Cup (Ganda Campuran bersama Edy Subaktiar )
  28. Semifinalis Djarum Arena Cirebon 2010
  29. Juara III Kejurda Jateng 2009 (Ganda Campuran bersama Edy Subaktiar )
  30. Juara III Astec Open Jakarta 2009
  31. Juara III Astec Open Jakarta 2009 (Ganda Campuran bersama Edy Subaktiar )
  32. Juara III Sirnas DKI Jakarta 2009
  33. Juara III Tetrapark Open 2007
  34. Juara II Porseni SMP 2007
  35. 8 Besar Sirkuit Bali 2007
  36. 8 Besar JPGG Surabaya 2007

Melati Daeva (Posisi Belakang) & Ririn Amelia (Posisi Depan)

Rosyta (Posisi belakang) & Melati (Posisi depan)

Tuesday, April 17, 2012

BIODATA/PROFIL LIEM SWIE KING



Liem Swie King, (lahir di Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956; umur 56 tahun) adalah seorang mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang dulu selalu menjadi buah bibir sejak dia mampu menantang Rudy Hartono di final All England tahun 1976 dalam usianya yang ke-20 (kalah). Kemudian Swie King menjadi pewaris kejayaan Rudy di kejuaraan paling bergengsi saat itu dengan tiga kali menjadi juara ditambah empat kali menjadi finalis. Bila ditambah dengan turnamen "grand prix" yang lain, gelar kemenangan Swie King menjadi puluhan kali. Swie King juga menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan enam kali membela tim Piala Thomas. Tiga di antaranya Indonesia menjadi juara.

Mulai bermain bulu tangkis sejak kecil atas dorongan orangtuanya di kota kelahiran Kudus, Swie King yang lahir 28 Februari 1956 akhirnya masuk ke dalam klub PB Djarum yang banyak melahirkan para pemain nasional.  Liem Swie King mengenyam pendidikan SD di Kudus (1968), SMP di Kudus (1971), SMA di Kudus (1974).

Usai menang di Pekan Olahraga Nasional saat berusia 17 tahun, akhir 1973, Liem Swie King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Setelah 15 tahun berkiprah, Swie King merasa telah cukup dan mengundurkan diri di tahun 1988. Saat aktif sebagai pemain, Liem terkenal dengan pukulan smash andalannya, berupa jumping smash, yang dijuluki sebagai King Smash.

Sebagai manusia biasa, Liem juga mempunyai kelemahan, yaitu pada mentalnya, banyak pengamat menilai dia punya kekurangan pada mentalnya. Menjelang final All England 1980, setelah lampu-lampu dipadamkan dia tidak segera bisa tidur. Memikirkan lawan perkasa yang sudah garang menantinya yaitu Prakash Padukone dari India. Kemudian King kalah. King juga pernah diskors PBSI, karena ia terlambat datang di partai tunggal putra SEA Games melawan Lee Hai Thong dari Singapura, akibatnya dia dinyatakan kalah WO. Skorsing 3 bulan adalah waktu yang terlalu lama, apalagi bagi seorang atlit yang haus gelar. Dalam masa skorsing itulah, pemuda yang sesungguhnya pemalu itu tiba-tiba terjun di dunia film.

Perjalanan Hidup
TokohIndonesia.com 28/02/2009: Liem Swie King, pahlawan bulu tangkis Indonesia, lahir di Kudus, Jawa Tengah, 28 Februari 1956. Dia pemain legendaris bulu tangkis Indonesia setelah Rudy Hartono. Dia telah puluhan kali mengharumkan nama Indonesia di pentas olahraga (bulutangkis) dunia. Ia terkenal dengan pukulan jumping smash, yang dijuluki sebagai King Smash.

Sejak kecil Swie King sudah bermain bulu tangkis atas dorongan orangtuanya di Kudus, kota kelahirannya. Kepiawaiannya bermain bulu tangkis makin terasah ketika ia masuk ke dalam klub PB Djarum yang telah banyak melahirkan para pemain nasional. Dalam catatan Pusat Data Tokoh Indonesia, Liem Swie King meraih berbagai prestasi selama 15 tahun berkiprah di bulu tangkis. Pertama kali, Swie King meraih Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972). Pada usia 17 tahun (1973), ia menjuarai (II) Pekan Olahraga Nasional. Setelah itu, Liem Swie King direkrut masuk pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Ia pun meraih Juara Kejurnas 1974 dan 1975.

Kemudian berkiprah di kejuaraan internasional, meraih Juara II All England (1976 & 1977). Kemudian tiga kali menjadi juara All England (1978, 1979, 1981), kejuaraan paling bergengsi kala itu. Selain itu, puluhan medali grand prix lainya, medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan tiga medali emas Piala Thomas (1976, 1979, 1984) dari enam kali membela tim Piala Thomas. Ketika menantang Sang Legendaris Rudy Hartono di final All England tahun 1976, usianya masih 20 tahun. Setelah itu, Liem Swie King menjadi penerus kejayaan Rudy.

Demi Masa Depan
Demi menjamin masa depan, ia pun mengundurkan diri sebagai pemain nasional bulutangkis tahun 1988. Kendati ia tidak langsung bisa menemukan kegiaatan usaha untuk mencapai cita-citanya. Setahun setelah berhenti itu, King nyaris dapat dikatakan menganggur. Sebab keahlian dan pengetahuan yang dia miliki hanyalah olahraga bulu tangkis. Kemudian ia mulai ikut mengelola sebuah hotel di Jalan Melawai Jakarta Selatan milik mertuanya. Setelah itu, ia melebarkan sayap dengan membuka usaha griya pijat kesehatan. Kini usahanya telah mempekerjakan lebih dari 400 karyawan. Berkantornya di Kompleks Perkantoran Grand Wijaya Centre Jakarta Selatan.
Bagaimana King bisa tertarik pada bisnis perhotelan dan pijat kesehatan? Rupanya sebagai pemain bulu tangkis yang sering menginap di hotel berbintang, King tertarik dengan keindahan penataan hotel dan keramahan para pekerjanya. Begitu pula soal griya pijat. Saat menjadi atlet, King selalu membutuhkan terapi pijat setelah lelah berlatih dan bertanding. Kala itu, ia kerap mengunjungi griya pijat kesehatan di kawasan Mayestik Jakarta Selatan yang penataan ruangannya begitu bagus.
Ia pun berpikir bahwa usaha pijat kesehatan (spa) ini sangat prospektif. Kalangan eksekutif dan pengusaha Jakarta yang gila kerja butuh kesegaran fisik dan relaksasi. Maka dia membuka usaha griya pijat kesehatan Sari Mustika. Kini, dia telah membukanya di tiga lokasi, Grand Wijaya Centre, Jalan Fatmawati Jakarta Selatan, dan Kelapa Gading Jakarta Utara dengan total karyawan sekitar 200 orang. Dalam mengelola usahanya, ia pun tidak sungkan-sungkan menyambut sendiri tamu hotel atau griya pijatnya. Hasilnya, selain usahawan dan eksekutif lokal, serta keluarga-keluarga menengah atas Jakarta, banyak ekspatriat menjadi pelanggan griyanya. Ia pun merasa bahagia karena bisa membuktikan griya pijat tidak selalu berkonotasi jelek seperti yang dibayangkan kebanyakan orang.
Pebulu tangkis yang pernah terjun ke dunia film sebagai bintang film Sakura dalam Pelukan, ini kini hidup bahagia bersama isteri dan tiga orang anaknya Alexander King, Stevani King dan Michele King. Ternyata, anak-anaknya tidak tahu bahwa King seorang pahlawan bulu tangkis Indonesia.
Belakangan, Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale, pemilik rumah produksi Alenia, mernjadikan kehebatan Liem Swie King dalam dunia bulu tangkis Indonesia sebagai inspirasi untuk membuat film tentang bulu tangkis. Film itu memang bukan bercerita tentang kisah kehidupan King. Akan tetapi, dalam film itu, King menjadi inspirasi bagi seorang ayah yang kagum pada King, lalu memotivasi putranya untuk bisa menjadi juara seperti King.

Kiprah di luar bulutangkis
§  Bintang film Sakura dalam Pelukan
§  Pengusaha hotel (pekerjaan kini)
§  Kisahnya dibuat film pada tahun 2009, yaitu King

PRESTASI
NASIONAL
§  Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972)
§  Juara II PON 1973
§  Juara Kejurnas 1974, 1975

INTERNASIONAL
Tunggal
§  1974: Semi Finalis Asian Games Tehran
§  1976: Finalis All England Open, Finalis Kejuaraan Asia
§  1977: Finalis All England Open, Juara Denmark Open, Juara Swedia Open, Juara SEA Games
§  1978: Juara All England Open, Juara Asian Games Bangkok
§  1979: Juara All England Open
§  1980: Finalis Kejuaraan Dunia, Finalis All England
§  1981: Juara All England Open, Semi Finalis World Games St.Clara, Juara SEA Games
§  1982: Finalis Asian Games New Dehli, Juara Piala Dunia
§  1983: Finalis Kejuaraan Dunia, Juara Indonesia Open, Juara Malaysia Open
§  1984: Finalis All England Open, Finalis World Badminton Grand Prix
§  1985: Semi Finalis All England Open

Ganda
§  1983: Finalis SEA Games (bersama Hadibowo)
§  1984: Juara Piala Dunia (bersama Kartono Hariamanto)
§  1985: Juara Piala Dunia, Juara Indonesia Open, Semi Finalis Kejuaraan Dunia , Finalis SEA Games (bersama Kartono Hariamanto)
§  1986: Juara Piala Dunia, Semi Finalis Asian Games Seoul (bersama Bobby Ertanto); Juara Indonesia Open (bersama Kartono Hariamanto)
§  1987: Juara Asia (bersama Bobby Ertanto); Juara SEA Games, Juara Japan Open, Juara Indonesia Open, Juara Taiwan Open, Finalis Thailand Open (bersama Eddy Hartono)

Beregu
§  1976: Juara Piala Thomas
§  1977: Juara SEA Games
§  1978: Juara Asian Games
§  1979: Juara Piala Thomas, Juara SEA Games
§  1981: Finalis SEA Games
§  1982: Finalis Piala Thomas, Finalis Asian Games
§  1983: Juara SEA Games
§  1984: Juara Piala Thomas
§  1985: Juara SEA Games
§  1986: Finalis Piala Thomas, Semi Finalis Asian Games
§  1987: Juara SEA Games

Sunday, April 15, 2012

BIODATA/PROFIL DIONISIUS HAYOM RUMBAKA

postingan kali ini aku masih akan membasas Infodan profil/biodata seorang atlet bulu tangkis Indonesia, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka, yang sering disapa Hayom.Berikut ini Biodatanya :




Nama Lengkap        :   Dionysius Hayom Rumbaka
Nama Panggilan      :   Hayom
Profesi                  :   Atlet Bulu Tangkis
Pemain                 :   Tunggal Putra ( Men Single)
Email                    :   hayom_88_@yahoo.com
Asal Club               :   PB Djarum ( bergabung tahun 2005)
Pegangan Tangan    :   Kanan (Right)
Tinggi Badan          :   182 cm
Hobi                      :   Sepak Bola
Makanan Fav.         :   Pecel Lele
Film fav.                :   Film Action
Lagu Fav.               :   R&B
Aktris fav.              :   Dewi Sandra
Atlet Fav.               :   Taufik Hidayat
Cita" Atlet              :   Ingin menjadi juara dunia
Cita" dulu               :   Sebelum jadi atlet pengen jadi TNI Angkatan Udara
mengawali karier    :   Tertarik dengan bulu tangkis saat menonton teman-teman bermain bulutangkis.



Prestasi yang sudah dipetik Hayom selama menjadi Atlet :
  1. Finalis Milo Junior 2006
  2. Perempat final INDONESIA-SURABAYA CHALLENGE
  3. Juara PMS Open Solo 2008
  4. Juara Beregu Gubernur Cup Kudus 2008
  5. Semifinalis GGJP Indonesia Challenge 2008
  6. Juara I Sirnas Kalimantan 2009
  7. Finalis Vietnam Challenge 2009 
  8. Finalis Sirnas DKI Jakarta 2009 
  9. Juara Australia Terbuka Grand Prix 2009 
  10. Juara Indonesia International Challenge 2009 
  11. Juara Banuinvest International Championships 2009 
  12. Juara ASTEC ULTRA MILK OPEN INDONESIA INTERNATIONAL CHALLENGE 2009
  13. Perempat Final CHINESE TAIPEI GRAND PRIX GOLD 2010 
  14. Runner Up INDONESIA GRAND PRIX GOLD 2010 
  15. juara India Grand Prix 2010
  16. Juara Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011
  17. Perempat final YONEX All England Open Badminton Championships 2012
  18. Runner Up Axiata Cup 2010 ( Beregu Putra bersama Indonesia Rajawali )

Hoyom mulai menyukai permainan Bulu tangkis sejak kelas 3 SD. Pamannya yang melihat minat sang keponakan memasukkannya ke klub bulu tangkis Pancing Sembada di Sleman. sejak kelas 5 pindah ke klub di tasikmalaya, kemudian kelas 2 SMP,diminta orang tuanya dari klub tersebut dan dimasukkan kembali ke Pancing Sembada hingga tahun 2005. Hayom yang sering ikut turnamen bulu tangkis lokal ternyata dipantau oleh pelatih dari PB Djarum dan merekrutnya.

Hayom digadang-gadang akan menjadi pengganti Taufik Hidayat, karena karakter permainannya yang mirip dengan taufik dan memang Hayom sangat mengagumi taufik bahkan menjadikan taufik sebagai panutannya. Hayom memiliki karekter bermain menyerang dengan smashnya yang kuat dan keras, serta nettingnya yang cerdik. Bicara tenttang Idolanya Taufik Hidayat, Ia belum pernah memenangkan duel melawan taufik. 2 kali bertemu dalam turnamen bulu tangkis yang salah satunya pada grand final Axiata cup kemarin, Hayom selalu mengalami kekalahan.Taufik sendiri mengatakan bahwa permainan Hayom sudah sangat bagus hanya masalah mental. 

Jika ditanya soal skill bermain, Hayom sudah bisa dikatakan bagus dan mumpuni namun belum konsisten. Di ajang turnamen bergengsi All England 2012, pada babak 16 besar Hayom dapat mengalahkan Tunggal Jepang berperingkat 6 BWF Sho Sasaki. Padahal di ajang itu Hayom bukan pemain yang di Unggulkan. Wow ... bisa jadi penerus taufik nih. Namun sayang di babak Perempat final ia harus tunduk pada pemain unggulan Malaysia berperingkat 1 BWF Lee Chong Wei.

Pada gelaran Axiata Cup yang baru usai 15 April ini, di Babak Quarter Final melawan Malaysia Tigers hal mengejutkan pun terjadi Hayom dapat mengalahkan salah satu Tunggal terbaik Malaysia yang juga merupakan juara All England 2003 yaitu Muhammad Hafiz Hashim secara rubber set dengan poin 16-21 , 21-18 , 21-10 .

Itu semua bukan hanya kebetulan semata atau sekedar keberuntungan, namun itu semua berkat kerja keras dan latihan Hayom Rumbaka selama ini. 

Sudah saatnya Indonesia meregenerasi para pemainnya sebelum terjadi kekosongan pemain handal. Meregenerasi para pemain bukanlah hal yang mudah dan dapat dilakukan dengan waktu singkat, butuh waktu lumayan lama untuk melakukannya. Mumpung masih ada pemain senior seperti Taufik dan Simon, jadi persiapkan atlet muda dari sekarang sebelum taufik dan simon gantung raket agar nantinya tidak terjadi kekosongan pemain handal, seperti yang sekarang ini sedang menimpa sektor tunggal putri Indonesia (semoga bisa cepat teratasi). Pemain Muda hendaknya lebih sering diturunkan di pertandingan Internaional ya meskipun mungkin pada awalnya hasilnya belum begitu memuaskan. Namun jika sering diturunkan pasti pemain muda sudah terbiasa akan atmosfir pertandingan internasional dan terbiasa dengan lawan yang berat, dan lama-kelamaan pasti bisa mendapatkan prestasi. PBSI harus berani berspekulasi memasukkan pemain muda dalam list pertandingan Internasional agar bisa mendapatkan atlet yang benar-benar handal dan mumpuni.

Selain Dionysius Hayom Rumbaka, masih ada Shesar Hiren Rhustavito (18 Tahun), Tomi Sugiarto, dll pemain Tunggal putra muda yang bisa menjadi tumpuan masa mendatang. Hanya perlu sering dilatih dan diturunkan dalam ajang Internasional saja.

disektor Ganda Putra juga ada pasangan senior Markis Kiddo/Hendra S.,  Bona/Ahsan yang sekarang menduduki peringkat 6 BWF, dan Alvent / Hendra A.G . Mumpung mereka masih On fire ayo persiapkan ganda muda untuk masa depan seperti Angga Pratama/Rian Agung , Gideon/Agripinna dll mereka harus sering diturunkan dalam pertandingan. Angga/Rian sendiri pernah membuat gebrakan yang sangat tidak diduga dengan mengalahkan Pemain kelas dunia Lee Yong Dae/Jung Jae Sung dalam gelaran Indonesia Open Primer Super Superseries 2011. 





SEMANGAT INDONESIA !!
Ayo hancurkan dominasi China dalam dunia Bulu Tangkis!




Saturday, April 14, 2012

BIODATA/PROFIL RIAN AGUNG SAPUTRO / ANGGA PRATAMA


Halo sobat blogger, kali ini Celengan-Info mau share tentang profil / biodata seorang atlet bulu tangkis Indonesia yaitu pasangan ganda putra Rian Agung Saputro dan Angga Pratama.


Rian Agung  &  Angga Pratama


Berikut ini biodata mereka berdua :

Nama                         :   Rian Agung Saputro
TTL                             :   Karanganyar, 25 Juli 1990
Agama                       :   Islam
Profesi                       :   Atlet Bulu tangkis
Posisi bermain         :   Ganda Putra (bersama Angga Pratama)
Pegangan Tangan  :   Kanan
Asal Negara              :   Indonesia
Asal Klub                   :   Jayaraya Suryanaga

Nama                         :   Angga Pratama
Tanggal Lahir           :   5 Desember 1991
Profesi                       :   Atlet Bulu tangkis
Posisi bermain         :   Ganda Putra (bersama Rian Agung Saputro)
Pegangan Tangan  :   Kanan
Asal Negara              :   Indonesia
Asal Klub                   :   Jayaraja Jakarta

Ryan Agung / Angga Pratama ini merupakan pasangan ganda Putra Muda yang dimiliki Indonesia saat ini dan kemungkinan besar akan menjadi ganda tumpuan Indonesia untuk memperoleh mendali emas di berbagai ajang Bulu tangkis Internasional pada masa mendatang, pasalnya ganda putra ini termasuk atlet bulu tangkis yang cukup berprestasi saat ini meskipun usianya yang masih muda. Usia Rian saat ini akan menginjak 22 tahun pada bulan Juni nanti (2012) dan usia Angga akan menginjak 21 tahun pada bulan Desember nanti (2012).

Pasangan Ganda Putra Indonesia ini sering sekali membuat kontroversial. Wah kok kontroversial ? . Maksudnya kontroversial itu karena mereka selalu membuat kejutan - kejutan dalam pertandingan bulu tangkis yang mereka ikuti, bahkan jika mereka sedang bermain di arena tidak ada yang bia menebak hasilnya. Seperti pada Gelaran Turnamen bulutangkis yang bergengsi Indonesia Open Premier Super Series (IOPSS) 2011 yang saat itu merupakan ajang Super series berhadiah terbesar ke 2 setelah Korea Selatan, pada Babak ke-3 saat Angga/Rian yang tidak diunggulkan sama sekali di turnamen itu berhadapan dengan ganda unggulan dari KORSEL Lee Yong Dae/Jung J.S yang juga diunggulkan di tempat ke 2 diturnamen itu. Saat pertandingan itu akan berlangsung mungkin para penonton akan mengatakan bahwa yang menang pasti ganda korea, tapi saat itu Angga/Rian benar-benar mengejutkan banyak pihak yang menonton, Angga/Rian dapat mengalahkan ganda Korea itu dengan 2 game langsung dengan skor 21-17, 21-17. Sungguh pasangan ganda yang kontroversial. 

Kejutan yang mereka berikan bukan hanya itu, saat gelaran turnamen Axiata Cup 2012 disiarkan langsung oleh ANTV yang saat ini sedang memasuki partai final All Indonesia (Indonesia Rajawali Vs Indonesia Garuda). Lagi-lagi kali ini Angga/Ryan yang juga memperkuat tim Indonesia rajawali membuat kejutan dengan berhasil menyumbangkan satu poin pada pertandingan Quarter Final leg ke-2 melawan Malaysia Tigers dengan mengalahkan Koo Kean Keat/Tan Boon Heong yang merupakan ganda Utama Malaysia yaitu  dengan skor 10-21, 21-18, 21-13.

Angga/Rian juga merupakan pemain ganda yang pantang menyerah, terbukti saat gelaran Australia GPG 2012 pada Quarter Final mereka bertemu lagi dengan pasangan ganda unggulan dari Jepang Hirokatsu Hashimoto-Noriyasu Hirata yang mengalahkan mereka di turnamen Swiss GPG 2012. Setelah mengetahui bahwa di Quarter Final mereka akan melawan ganda Jepang itu, mereka meluapkan emosi saat kalah di Swiss dan berjanji akan mengalahkannya di Quarter Final esok. Dan ternyata ucapan Angga/Rian tak main-main, keesokan harinya pada babak Quarter Final Australia GPG 2012 mereka dapat mengalahkan ganda Unggulan Jepang yang juga diunggulkan ditempat ke-2 pada turnamen itu Hirokatsu Hashimoto-Noriyasu Hirata, dengan skor 19-21, 21-17, 21-19. Kejutan lagi ya.
Masih banyak lagi kejutan yang diberikan oleh pasangan ganda muda ini, yang pasti mereka sangat bisa diandalkan untuk menjadi pemain ganda masa depan Bulu Tangkis Indonesia.Usia mereka juga lagi saat-saatnya On Fire bagi pemain bulu tangkiskan jadi ayo raih prestasi yang banyak!






Semangat Angga dan Rian !! 

Sekian dan Terimakasih.
Respon dan Komentar ditunggu!

Badminton Atlet

Loading...

Music

Loading...